Mengembangkan automasi instrumen-instrumen Bimbingan Konseling di sekolah guna menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan tepercaya dengan tetap menjunjung tinggi asas kredensial kerahasiaan data siswa.
Layanan Bimbingan Konseling interaktif berbasis data akurat
Guru Bimbingan Konseling di SMP Negeri 19 Bogor. Merupakan Lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Bimbingan Konseling, dan saat ini sedang menempuh studi lanjut Magister (S2) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan mengambil fokus peminatan yang sama pada bidang BK.
Tujuan utama dari pengembangan aplikasi ini adalah membangun sistem automasi instrumen-instrumen evaluasi bimbingan konseling di sekolah, khususnya bagi civitas SMP Negeri 19 Bogor. Melalui platform digital ini, Siswa, Guru BK, serta Orang Tua dapat mengakses laporan pemetaan kebutuhan siswa dengan cepat, presisi, namun tetap mematuhi prinsip kerahasiaan bimbingan yang ketat. Pemahaman ini penting agar kolaborasi segitiga (sekolah, siswa, orang tua) berjalan lurus dalam mengawal potensi anak.
Landasan teoretis perangkat instrumen yang digunakan di dalam sistem digital
Teori pilihan karir yang digagas oleh Dr. John Holland ini menyatakan bahwa kesesuaian antara tipe kepribadian seseorang dengan model lingkungan kerjanya akan melahirkan tingkat kesuksesan akademik dan kepuasan profesi yang tinggi. RIASEC mengklasifikasikan minat menjadi 6 klaster: Realistic (Praktikal), Investigative (Analitis), Artistic (Kreatif), Social (Sosial), Enterprising (Persuasif), dan Conventional (Terstruktur). Pemetaan ini menjadi modal utama siswa kelas 9 untuk memantapkan pilihan studi lanjut (SMA/SMK).
Dirumuskan oleh psikolog ternama Angela Duckworth, GRIT membedah dimensi psikis yang melampaui kecerdasan intelektual (IQ) konvensional. GRIT mengukur titik temu antara ketekunan (perseverance) dan konsistensi gairah (passion) jangka panjang dalam menggapai cita-cita. Melalui instrumen ini, Guru BK dapat melacak profil persistensi belajar siswa, memitigasi risiko putus asa dini, serta menyusun strategi bimbingan afektif agar siswa konsisten berada di jalur pencapaian potensinya.